Sinopsis Princess Agents Episode 3
Pemakaman Yuwen Zhao
Xiao Liu memang tidak bisa mengingat masa lalunya tetapi dia adalah wanita yang berani menolak untuk diintimidasi.
Mengetahui saudara lelakinya dalam masalah, Xiao Liu tiba di tempat kejadian dan menyaksikan Yuwen Yue membunuhnya dan melemparkannya ke dalam api. Ketika dia pergi ke arah api, Yuwen Yue diam-diam menendang batu di kakinya yang menyebabkan Xiao Liu jatuh dan membuat identitas kebebasan budaknya juga ikut terlempar jatuh. Yuwen Yue mengecam Lin Xi sebagai mata-mata dan bahwa kematiannya tidak dapat menebus keterlibatannya dalam membunuh Kakek tercinta Yuwen Yue. Xiao Liu bersikeras bahwa Kakaknya tidak bersalah.
•Yuwen Yue: "Pelayan Lin Xi adalah mata-mata musuh. Kemarahanku tidak bisa dihilangkan hanya dengan membunuh dia. Aku ingin dia dibakar menjadi abu"
•Xiao Liu: "Tidak mungkin kakakku mata-mata, dia telah bekerja disini selama satu tahun. Tidak perlu menunggu sampai sekarang untuk menyakiti seseorang. Kau menuduh orang yang baik."
Kemudian Yue Qi menemukan tanda identitas kebebasan budak yang dibawa Xiao Liu.
•Yue Qi: "Dari mana kau mendapatkan tanda pengenal untuk pergi?"
•Xiao Liu: "Kakakku mendapatkannya untukku. Tidak disangka hal ini membunuhnya."
•Yue Qi: "Apa kau menyadari Bagaimana kami akan menghukum budak yang meninggalkan kediaman yuwen tanpa izin? dipukul sampai mati dan kepalamu dipenggal dipamerkan ke publik"
•Xiao Liu: "Kalau begitu potong kepalaku dan gantung di pintu gerbang. Tapi saudaraku tidak melakukan kesalahan. Kau membunuh orang baik."
•Yuwen Yue: "Memangnya kenapa? Ini saatnya ketika orang-orang lemah menghormati orang-orang yang kuat. Orang tanpa kekuatan akan diinjak-injak."
•Xiao Liu: "Jika aku bisa hidup melewati ini, aku bersumpah aku akan menjadi kuat"
•Yuwen Yue: "Kata- kata dari yang lemah hanya mempermalukan diri sendiri.
Seekor laba-laba beracun telah merangkak ke lengan XiaoLiu tanpa disadari kecuali oleh Yuwen Yue. Kemudian Yuwen Yue dengan cepat menyerang laba-laba yang ada di lengan XiaoLiu menggunakan pedangnya sebelum laba-laba itu meracuni XiaoLiu juga. Yang menyebabkan lengan XiaoLiu terluka. Ini menandai kedua kalinya Yuwen Yue menyelamatkan hidupnya. Xiao Liu melihat Yuwen Yue mengelap pedang dengan saputangan putihnya.
Xiao Liu berhasil kembali ke saudara perempuannya yang tertua, Zhi Xiang. Dan memberitahunya tentang kematian saudara laki-laki mereka yang kelima, Lin Xi. Zhi Xiang membawa adik perempuannya dan sekali lagi merawat luka-lukanya. Xiao Ba sangat marah karena Kakak Lin Xi meninggal. Kemudian Xiao Ba menyalahkan Xiao Liu. Menurut Xiao Ba tidak ada hal baik yang terjadi sejak Xiao Liu datang. Dari mulai orangtua mereka yang meninggal sampai kakak kelimanya "siapa berikutnya yang akan kau kutuk aku atau Kakak tertua?" Xiao Ba menangis dan sangat marah.
Zhi Xiang menampar Xiao Ba dan mengungkapkan bahwa Xiao Liu adalah saudara perempuan mereka, semua itu bukan salahnya. Xiao Liu tidak ada hubungannya dengan itu. Zhi Xiang juga mengatakan takdir hidup merekalah yang harus disalahkan. Mereka lahir disaat kehidupan lebih murah daripada sampah. Mereka terlahir rendah dan tidak memiliki kekuatan. Mereka hanya bisa bertahan dan berdoa agar tidak menarik perhatian dan kehilangan nyawa mereka.
Di Pavilion Jile
Kepala pelayan Zhu Shun melaporkan kepada Yuwen Huai bahwa Kakek Yuwen Yue telah meninggal dan mata-mata mereka (Jin Zhu) tidak terdeteksi di rumah Yuwen Yue. Yuwen Huai bertanya apakah Zhu Shun melihat tubuh Yuwen Zhao itu dengan matanya sendiri. Pelayan Zhu keluh kesah dan mengakui bahwa dia tidak melihatnya tetapi dia yakin bahwa JinZhu telah memastikannya. Ini membuat Yuwen Huai marah. Dia perlu melihat sendiri bahwa lelaki tua itu telah benar-benar binasa seperti yang mereka harapkan.
Rumah Qingshan
Keesokkan harinya, Yuwen Huai pergi ke rumah Yuwen Yue untuk memastikan bahwa pamannya itu benar-benar mati dengan alasan ingin memberi penghormatan untuk terakhir kalinya. Dia tiba saat Yuwen Yue akan menyegel peti mati. Kemudian Yue Qi menghadang Yuwen Huai untuk tidak mengganggu proses penutupan peti. Yuwen Huai bersikeras menuntut untuk melihat tubuh pamannya, namun Yuwen Yue menolak.
•Yuwen Huai: "Aku ke sini untuk memberi penghormatan pada yang mati. Tapi kau menutup petinya tidak membiarkan aku melihat dia untuk terakhir kalinya"
•Yuwen Yue: "Maka kau pasti tahu siapa yang paling dibenci oleh kakekku"
•Yuwen Huai: "Apa yang kau katakan jelas ditujukan pada kami, keluarga ketiga"
•Yuwen Yue: " Kenyataannya aku belum membunuhmu. Itu telah menunjukkan rasa hormatku pada tetua ketiga"
•Yuwen Huai: "Aku tidak mengerti apa yang kau katakan. Tapi aku ragu kalau Kakek kita telah dibunuh jadi aku ingin membuka peti mati dan memeriksanya."
•Yuwen Yue: "Kau berani?"
•Yuwen Huai: "Mari kita lihat..."
Keduanya kemudian memulai pertarungan. Ketika Yuwen Huai memaksa masuk untuk mencoba membuka peti mati, Yuwen Yue selalu berhasil mencegahnya.
•Yuwen Huai: "Mungkin kaulah pembunuhnya jadi kau mencegahku membuka peti mati. Kau hanyalah cucu angkat. Untuk lebih cepat mendapatkan Mata Pengintai Angkasa, untuk menjadi tuan di Istana Qingshan, tak seorangpun tahu apa yang kau pikirkan. Meskipun Kakek kita cacat, bagaimanapun dia adalah tuan Yuwen. Dan sekarang dia meninggal tanpa alasan. Dan sebagai cucu dari tetua ke-3 aku harus tahu apa yang terjadi. Buka petinya." (Kita semua tahu itu adalah tipu muslihat Yuwen Huai untuk mengkonfirmasi kematian Kakek Yuwen Yue).
Yuwen Yue berhasil mencegahnya keluar dari ruangan peti mati "Istana Qingshan bukan milikmu, Yuwen Huai"
•Yuwen Huai: "Istana Qingshan telah kehilangan segalanya. Sebelum Kakek kita meninggal aku memperlakukanmu dengan belas kasihan. Sekarang kakek telah mati, kau pikir kau bisa melawanku? Kau hanyalah bocah yang diangkat kakek kedua. Kakek kami mengadopsimu. Jika kau tahu diri dengan baik, kembali dan pikirkan apa yang telah dilakukan ibumu. Kemudian gali lubang dan kubur dirimu sendiri. Berhenti mempermalukan dirimu sendiri"
"Jangan pernah bicara tentang ibuku" Yuwen Yue sangat marah dan memulai pertarungan lagi.
Kemudian Masuklah Yang Mulia Permaisuri Ning'er (Selir Wei) yang tidak senang dengan perkelahian ini karena dia adalah teman baik kakek Yuwen Yue. Yuwen Huai mengeluh bahwa Yuwen Yue tidak membiarkan dia melihat mayat lelaki tua itu. Yuwen Yue menjelaskan kepada Permaisuri selir bahwa kakeknya telah diracuni. Dia khawatir dan segera menutup peti mati mencegah menyebarnya racun dari barat yang langka yang membunuh kakeknya. Permaisuri selir memberi tahu Yuwen Yue bahwa ini memang tindakan yang benar.
Permaisuri Selir juga bertanya kepada Yuwen Yue apakah dia sudah tahu siapa yang membunuh kakeknya? Dengan jelas Yuwen Yue melirik dan menyindir kearah Yuwen Huai
"Belum. Tapi jawabannya sudah jelas"
Yuwen Huai merasa jengkel "Apa yang kau siratkan?"
Permaisuri selir: "Cukup. Hormati Yuwen Zhao yang baru saja meninggal. Dan kalian berkelahi tepat di depan aula berkabungnya. Tidak bisakah kalian berperilaku sopan?"
Permaisuri selir juga menjelaskan "Obat langka dari barat. Aku ingat. Rumah ketiga telah mengirim orang ke barat lewat jalan sutra selama bertahun-tahun untuk membeli upeti untuk kaisar. Salah satunya di ulangtahun terakhir ibu suri, kau menemukan kucing dengan warna mata yang berbeda"
Yuwen Yue menambahkan "Orang yang bertugas untuk mengumpulkan upeti adalah Yuwen Huai"
Yuwen Huai marah dan berteriak kepada Yuwen Yue karena merasa dituduh oleh Yuwen Yue didepan permaisuri selir. Yuwen Yue meminta agar permaisuri memberi keadilan pada mereka.
Akhirnya permaisuri memutuskan bahwa dia yang akan memeriksa mayat Yuwen Zhao sendiri. Permaisuri pergi ke peti mati dan Yuwen Yue memberikan saputangan untuk menutupi wajah permaisuri. Dengan hati-hati Yuwen Yue membuka peti mati.
Permaisuri mengkonfirmasi kematian Yuwen Zhao bahwa Yuwen Zhao memang diracuni. Dia juga menyelesaikan konflik antara Keluarga Yuwen kedua dan Yuwen ketiga. Bahwa Permaisuri melarang Yuwen Huai memasuki Rumah Qingshan kecuali jika diundang oleh Yuwen Yue. Hal ini memperparah jengkelnya Yuwen Huai dan kemudian dia pergi.
Kemudian Yuwen Yue mengucapkan terima kasih atas bantuan Permaisuri Selir. Sedangkan Permaisuri khawatir tentang situasi Yuwen Yue yang sekarang akan menjadi lebih buruk.
Permaisuri memberitahu bahwa kakek Yuwen Yue ingin agar Yuwen Yue menikahi Putri Chunner. Permaisuri akan membantu Yuwen Yue agar bisa menikahi Putri Chunner asalkan Yuwen Yue harus mendapat kepercayaan dari Kaisar. Namun Yuwen Yue menolak dengan alasan mereka tidak serasi karena berbeda status. Permaisuri juga menjelaskan bahwa Yuwen Yue harus membuat keputusan. Haruskah dia memakai jubah keluarganya dan mengaktifkan kembali Mata Pengintai Angkasa? Jika tidak, Yuwen Yue harus tahu bahwa kaisar memiliki orang lain yang dapat mengambil alih Mata Pengintai Angkasa. Yuwen Yue menjaga ekspresi dinginnya. Segalanya terbang dibawah radar. Untuk alasan apa pun, ia harus selalu mengecilkan kekuatan dan kecerdasannya. Tentu saja, dia hidup di ladang ranjau politik dan pribadi, bukan? Ini juga mengapa Yan Xun melakukan yang terbaik untuk tetap rendah hati dan tidak menarik perhatian negatif dari kaisar.
Di Pavilion Jile
Yuwen Huai melaporkan kepada kakeknya sendiri, Yuwen Xi. Tentang keberhasilan mereka dalam membunuh kakek Yuwen Yue.
Sekarang Yuwen Yue sendirian tanpa dukungan kakeknya, seharusnya lebih mudah untuk membunuhnya dan mendapatkan Mata Pengintai Angkasa tetapi ada hambatan karena mulai saat ini Yuwen Huai tidak diijinkan masuk ke rumah Yuwen Yue.
•Yuwen Huai: "Kakek, Yuwen Zhao sudah mati. Aku sendiri pergi memastikannya. Rencanamu berhasil, identitas Jin Zhu tidak terungkap.
•Yuwen Xi tertawa mendengar itu "Jin Zhu??? Dia sangat cantik. Aku masih ingat dia menolak tidur denganmu agar dia bisa menjaga keperawanannya untuk Yuwen Yue"
Tamparan yang bagus untuk Yuwen Huai yang berarti Kakeknya itu tidak percaya pada Jin Zhu.
Yuwen Huai juga memberitahu kakeknya bahwa Permaisuri Selir melarangnya untuk masuk Rumah Qingshan. Dan dia membuat rencana, bahwa untuk lebih cepat mendapatkan Mata Pengintai Angkasa dan jalan satu-satunya untuk membunuh Yuwen Yue yaitu menempatkan seorang pion sebagai selir Yuwen Yue.
Yuwen Xi tidak peduli dan menyerahkan tugas itu pada Yuwen Huai. Sekarang Yuwen Xi hanya peduli pada wanita dan tidak ingin diganggu. Yuwen Huai merasa masalah ini sangat besar dan dia tidak berani sembarangan mengatur. Namun justru kakeknya menghina cucunya itu "Tidak ada gunanya sekalipun kau mengaturnya. Siapa yang menyuruhmu dilahirkan dari rahim seorang pelacur. Orang dengan darah penyanyi dalam dirinya. Dan tidak menjadi keturunan keluarga ketiga yang sah. Kau hanya cocok untuk melakukan pekerjaan rendahan yang remeh."
Seketika Yuwen Huai menahan marah dengan mengepalkan jari tangannya.
Di Gudang Kayu (Rumah Qingshan)
Zhi Xiang menemui Xiao Liu dan mencoba membuatnya minum obat sehingga dia bisa sembuh. Xiao Liu awalnya menolak, tetapi kemudian dia meminum obatnya sehingga dia tidak membiarkan pengorbanan kakaknya itu sia-sia. Xiao Liu akan bertahan hidup "Hidupku ditukar dengan nyawa kakakku. Aku harus menghargainya."
Xiao Liu tidak akan memberi orang yang berkuasa kepuasan akan kematiannya. Dengan demikian, meskipun Xiao Liu mungkin akan melakukannya, tapi Zhi Xiang bahkan lebih bertekad untuk menyelamatkan saudara-saudari tercinta.
Saat Xiao Liu mulai bekerja, dia melihat beberapa prajurit membawa mayat dari kediaman Keluarga Ketiga. Beberapa pelayan bergosip bahwa Mayat itu adalah salah satu temannya yang dibawa ke Pavilion Jile karena menyinggung Tuan Yuwen Huai.
Jadi, karena pemilik Pavilion Jile (Yuwen Xi, Kakek Yuwen Huai) menginginkan wanita, Nyonya Song memilih pelayan. Zhi Xiang menghela nafas lega ketika dirinya atau adik perempuannya tidak terpilih untuk dibawa ke Pavilion Jile. Sampai akhirnya Nyonya Song memberitahu Zhi Xiang untuk menyeret Xiao Liu ke Pavilion Jile juga. Zhi Xiang memohon belas kasihan untuk adik perempuannya, tetapi Nyonya Song tidak menyerah sampai Zhi Xiang memberitahu pada Nyonya Song bahwa dia akan melakukan apapun yang diminta Nyonya Song jika Nyonya Song menarik kembali keputusannya. Apapun??? Ya, benar apapun akan dilakukan oleh Zhi Xiang demi keselamatan Xiao Liu dan adik2nya.
Di episode ini, Xiao Qi kembali dan selamat dari Pavilion Jile. Dia bertemu dengan Saudara-saudaranya yang lain. Xiao Qi adalah anak ke tujuh dari keluarga Jing. Yang berarti dia adalah adik angkat Xiao Liu dan Xiao Ba adalah adik bungsu.
Zhi Xiang memberikan sebuah manik-manik kayu pada Xiao Ba. Dia berpesan agar Xiao Ba tidak menghilangkan dan menjaga manik kayu itu untuk Xiao Liu, karena manik kayu itu sangat penting untuk mengetahui kebenaran dibalik identitas Xiao Liu.
Zhi Xiang berbohong kepada adik-adiknya dan mengatakan bahwa dia akan pergi dari rumah Qingshan untuk sementara "XiaoLiu, ada sesuatu yang harus aku lakukan. Aku harus meninggalkan yuwen untuk sementara waktu. Selama aku pergi, Xiao Qi dan Xiao Ba yang akan mengurusmu."
Xiao Liu, Xiao Qi, dan Xiao Ba khawatir dan meminta ikut dengan kakak tertuanya itu. Namun Zhi Xiang tetap berbohong bahwa dia akan segera kembali. Zhi Xiang juga menasehati Xiao Qi dan Xiao Ba bahwa setelah dia pergi, mereka harus mendengarkan kata-kata Xiao Liu karena Xiao Liu adalah yang tertua dari Xiao Qi dan Xiao Ba.
Di Pavilion Jile
Zhi Xiang adalah domba pengorbanan untuk nafsu dan kekuatan keluarga Yuwen ketiga. Kakek Yuwen Huai/Yuwen Xi adalah pria yang gila dan senang membunuh pelayan. Zhi Xiang hampir berhasil melarikan diri dengan nyawanya, tetapi dia akhirnya dibunuh oleh kakek Yuwen Huai.
Di Gudang Kayu
Xiao Liu bangun dan bertanya kepada kedua adik perempuannya yang menangis. Mereka mengetahui bahwa Zhi Xiang dibawa ke Pavilion Jile dan ketiganya keluar di malam yang hujan untuk menemukan Kakak Zhi Xiang.
Di sana mereka melihat penjaga yang membawa gerobak berisi para pelayan yang mati. Mereka melihat mayat kakaknya yang masih memegang erat ketapel ditangannya. Ketapel pemberian XiaoLiu waktu itu. Mereka menangis dan dipukul dengan kesedihan sekali lagi. Mereka pergi ke tumpukan mayat dan menemukan saudara perempuan mereka. Mereka menguburnya dan membuat gundukan serta nisan pemakaman untuk Lin Xi dan Zhi Xiang. Xiao Liu telah mengambil keputusan saat ia memberikan penghormatan terakhir kepada kedua kakaknya yang meninggal (Lin Xi dan Zhi Xiang) "Kakak, kau mengatakan padaku untuk sabar agar bisa bertahan hidup. Aku memegang janjiku. Tapi aku tidak tahu kenapa melihatmu dilempar kesini seperti sayuran murah, aku mengerti mulai saat ini aku tidak akan menahannya lagi"
XiaoLiu tidak akan melakukan apa yang Zhi Xiang berkeras katakan agar terus bersabar. Tidak, Xiao Liu akan berjuang untuk dirinya sendiri dan sisa keluarganya.
Pavilion Jile
Pada saat ini, Yuwen Huai kesal dengan Pelayan Zhu. Yuwen Huai tersiksa oleh keberadaannya sendiri. Dia membenci kakek bejatnya, kelahirannya yang rendah, dan ketidakmampuannya untuk disertakan dengan "teman-teman" lainnya di 5 bangsawan muda teratas.
"Kenapa aku yang membersihkan setiap kali Xi minum dan bermain kenapa aku memiliki kakek seperti itu? Kenapa aku dilahirkan untuk menjadi orang dikeluarga ketiga? Kenapa aku dilahirkan lebih rendah dari yang lain? Kenapa tidak bisa menjadi 5 orang tertampan di Chang'an? Kenapa aku harus bertarung dengan Yuwen Yue? Kenapa! Kenapa! Kenapa!"
Zhu Shun dengan panik menjelaskan bahwa bocornya kabar keluarga ketiga membeli upeti dari wilayah barat diceritakan dengan ceroboh oleh Nyonya Song. Kemudian Yuwen Huai menyuruh Pelayan Zhu agar mengirim Nyonya Song pergi dan membekukan mulutnya.
Di Rumah Qingshan
Zhu Shun mengusir Nyonya Song keluar dari Rumah Qingshan. Ketika Nyonya Song melangkah keluar dari Rumah Qingshan, dia melihat Xiao Qi menyelinap keluar.
Untuk mendapatkan kehormatan dari Tuan Huai, dia mengikuti Xiao Qi yang saat itu mencoba mendapatkan papan nisan dan uang kertas untuk dibakar menghormati saudara kandung mereka yang baru meninggal. Dilarang melakukan ini, Nyonya Song dengan bodohnya percaya jika dia menyerahkan saudara-saudara Jing ke Tuan Huai, dia akan selamat. Xiao Qi melawan Nyonya Song karena geram dengan tingkahnya yang sudah merusak kuburan saudaranya. Dan perkelahian pun terjadi. Nyonya Song mengejar mereka bertiga ke jembatan dan hampir menjatuhkan Xiao Qi dan Xiao Ba ke Danau. Sebaliknya, justru Nyonya Song yang jatuh. Xiao Liu dan Xiao Ba mencoba menyelamatkannya, tetapi Nyonya Song mencengkeram cedera Xiao Liu dan dia terpeleset dan jatuh ke danau membawa gelang Xiao Ba bersamanya. Xiao Ba ketakutan. Mereka telah membunuh seseorang. Xiao Liu seperti Yuwen Yue, sedingin dulu. Tidak ada yang melihat mereka, jadi mereka akan baik-baik saja. Jika kebenaran akan keluar suatu hari nanti, Xiao Liu akan bertanggung jawab penuh atas kematian Nyonya Song dengan harapan untuk menyelamatkan saudara-saudaranya yang terkasih. Mereka tidak pernah tahu bahwa mungkin seseorang telah melihat kejadian ini.
Xiao Liu sekarang harus berjalan dalam garis yang halus. Dia menginginkan kebebasan dan keadilan bagi keluarganya, tetapi dia juga harus menjamin kelangsungan hidup saudara-saudaranya yang tersisa. Bisakah ketiganya tetap utuh? Diragukan.
Bersambung....
Sinopsis per episode akan terus ditulis oleh admin tergantung admin males atau tidak 😁
Adm: Suci Wulandari
Komentar
Posting Komentar