Episode 2 : Perayaan Ulangtahun Yan Xun
Di Gudang Kayu (tempat tinggal XiaoLiu/Chu Qiao)
Chu Qiao yang belum tahu jati dirinya dipanggil dengan nama Xiaoliu.
Zhixiang dan Xiaoba merawat Xiaoliu yang sakit sementara Xiaoliu memimpikan kejadian yang terjadi sebelum dia dibawa ke tempat perburuan.
Dalam mimpinya, seorang pria mengejar gerbongnya yang rusak. Dia adalah Yuwen Hao (Putra dari Yuwen Zhao kakek yuwen yue).
Karena keterampilan Chu Qiao yang mempunyai Kungfu Es dan menguasai Dekrit Angin dan Awan, Yuwen Hao memaksa Chu Qiao bekerja sama untuk menguasai dunia. Tapi jika Chu Qiao menolak, Yuwen Hao akan membunuhnya.
•Yuwen Hao: "Mengapa merasa terganggu. Dengan gongfu dan statusmu kita bisa menguasai dunia yang kacau ini. Kau tidak perlu lari lagi. Jika kau menolak, aku Yuwen Hao akan membunuhmu."
Saat bertarung, Chu Qiao berhasil membunuh Yuwen Hao dengan Kungfu es'nya. Namun ia juga terjatuh ke sungai yang membuat ia lupa ingatan.
Xiaoliu menggigil dan bangun dari tidurnya disambut oleh kedua saudara perempuannya.
Kemudian Nyonya Song masuk dan berfikir kedua gadis itu mencuri tungku obat dari Kepala Pelayan Zhu Shun. Xiaoba dengan cepat dan berani membantahnya. Hal itu membuat kemarahan Nyonya Song. Dia mengeluarkan cambuknya untuk menghukum Xiaoba dan Zhixiang dengan cepat melangkah diantara keduanya untuk melindungi Xiao Ba.
Xiaoliu sudah cukup geram, ia mengambil gelang dari pergelangan tangannya dan itu berubah menjadi sling shot/Ketapel. Xiaoliu menggunakannya untuk menembak kaki Nyonya Song. Nyonya Song kesakitan. Dan kemudian Xiao Liu berusaha bangun pura-pura tidak mengetahui apa yang terjadi.
•Xiao Liu: "Nyonya Song, apa yang terjadi? Apakah kau baru saja melukai dirimu sendiri? Sakit yang entah darimana asalnya itu yang sangat berbahaya. Cepatlah pergi menemui tabib atau rasa sakitnya akan menyebar keseluruh tubuhmu." Xaio Liu menakuti Nyonya Song.
•Xiao Ba: "Benar. Jangan menunda menemui tabib. Haruskah aku memanggilkan tabib untukmu?"
•Nyonya Song marah: "Kalian semua akan mati!"
Zhixiang memperingatkan Xiaoliu untuk tidak melakukan hal seperti itu lagi dan agar tidak memberontak dengan siapapun di Rumah Qingshan. Karena kehidupan para budak itu murah dan ada ratusan alasan untuk membunuh budak hanya dengan kesalahan kecil.
•Zhi Xiang: "Xiao Liu, kau tidak boleh menjadi seorang pemberontak lagi. Banyak orang dalam keluarga Yuwen memiliki gongfu, tipuanmu bisa dengan mudah ketahuan dan membuatmu terbunuh. Kau tahu bagaimana menakutkannya disini, ada ratusan alasan untuk membunuh budak."
Xiao Ba juga mengkhawatirkan saudara lainnya, Xiao Qi. Yang dibawa ke Paviliun Jile (Rumah ke tiga Keluarga Yuwen). Tempat itu terkenal kejam dan siapapun budak yang dibawa ke Paviliun Jile sudah pasti tidak akan bisa kembali karena mati.
Xiao Ba sangat ketakutan jika suatu saat giliran mereka yang akan dibawa ke tempat kejam itu.
Namun Zhi Xiang menenangkannya dan memberitahukan bahwa Lin Xi telah memohon kepada tuan Yuwen Yue agar Xiao Qi bisa kembali lagi ke Rumah Qingshan. Dan Zhi Xiang memohon pada Xiao Liu agar bisa menahan emosi untuk tidak melakukan kesalahan apapun sampai Xiao Qi datang kembali.
Mendengar hal itu, Xiao Ba merasa lega karena Kakak ketujuhnya akan datang kembali.
•Xiao Ba: "Kakak ketujuh akan datang kembali? Bagus. Meskipun sulit setidaknya kita bisa hidup bersama."
•Zhi Xiang: "Akhirnya keluarga kita bisa berkumpul bersama-sama. Mulai sekarang kita saling menjaga satu sama lain, tidak pernah meninggalkan siapapun sendirian."
***
Para putra bangsawan telah berkumpul untuk bermain pot pitch. Mereka menggunakan tangan mereka untuk melemparkan panah ke dalam pot. Yuan Song gagal melemparkan panah dan membuat yang lain tertawa.
Disana ada Zhao Xifeng yang duduk bersama Kakaknya, Zhao DongTing. Wei Shuye yang duduk bersama Sepupunya, Wei Shuyou. Dan termasuk Yuwen Huai juga Pangeran Yan Utara, Yan Xun.
Yuan Song menunjuk Yuwen Huai untuk melemparkan panah dan dia dengan sombong melemparkan panahnya hingga masuk ke pot. Yuwen Huai kemudian menyatakan bahwa dia tidak ada bandingannya dengan keterampilan pangeran Yanbei, Yan Xun.
YanXun tidak bodoh, dia tertawa mengambil panah dan melemparkannya. Yan Xun mungkin telah membodohi yang lain karena anak panah YanXun sengaja meleset. Yuwen Huai tahu itu hanyalah sebuah kepura-puraan dan bergumam pelan "Dia angkuh sambil berbaring rendah"
Kemudian Sang Putri Chunner datang dan berhasil melemparkan panah ke dalam pot. Semua orang terkejut. Lalu Chunner mengeluh pada Yan Xun "Kakak Yan Xun, kenapa kalian berburu manusia dengan taruhan arak dariku?"
Yuan Song juga mengeluh karena adiknya selalu memperlakukan Yan Xun lebih baik dari Kakaknya sendiri.
Chunner lalu memamerkan arak yang dibawanya.
•Chunner : "Ini bukan sembarangan arak. Ini adalah arak Yupu. Arak ini dibuat sendiri oleh Tuan Dingbei (Ayah Yanxun) untuk Nyonya Baisheng (Ibu Yanxun)"
Wei Shuye meminta agar Putri Chunner bisa membuka arak itu dan berbagi dengannya, namun Putri Chunner menolaknya. Justru Chunner mengejek Yuwen Huai dan Kakaknya, Yuan Song.
Chunner: "Beberapa hari lagi ulangtahun Yan Xun, karena Yuwen Yue telah memenangkan arak ini kita bisa menunggu sampai ulangtahun Yan Xun untuk membukanya. Itu bisa dibenarkan karena mereka adalah teman baik. Dan aku bisa menjadi tuan rumah pesta ulangtahunnya"
Yan Xun dengan cepat mengatakan bahwa Yuwen Yue akan menjadi tuan rumah pestanya tahun ini. Ini menjengkelkan Chunner "Pesta menyenangkan seperti apa yang bisa dibuat manusia es itu? "
Di Rumah Qingshan
Para pelayan sibuk mempersiapkan rumah Yuwen Yue untuk pesta ulangtahun Yan Xun. Nyonya Song masuk dan memberitahu bahwa sudah waktunya Xiaoliu mulai bekerja. ZhiXiang memohon lebih banyak waktu pemulihan untuk adik perempuannya, tetapi ditolak. Xiaoliu kemudian dikirim ke luar untuk bekerja. Saat Kepala Pelayan Zhu Shun bertindak merayu Zhixiang, Xiaoliu melangkah masuk dan menggagalkan rayuan Zhu Shun.
Xiaoliu marah dan membuat senjata untuk melukai Zhu Shun yang sudah merayu kakaknya.
Zhixiang sekali lagi menasehati Xiaoliu agar tidak melawan siapapun termasuk Zhu Shun.
Zhi Xiang mengungkapkan bahwa saudaranya, LinXi melakukan yang terbaik untuk memastikan kenyamanan dan keamanan mereka.
Di Kamar Yuwen Yue
Yuwen Yue ada di kamarnya ketika sebuah pesan rahasia masuk dari mata-matanya. Dia mengambilnya dan membawanya ke Kakeknya, Yuwen Zhao.
Isi pesan:
"Racun yingtao yang mereka gunakan padamu dinamakan bubuk pembeku tubuh. Berasal dari wilayah barat"
Yuwen Yue mengetahui bahwa rumah ketiga Yuwen Xi (Kakek Yuwen Huai) telah mengirim seseorang pergi ke barat.
Ia juga menyimpulkan bahwa Yuwen Huai telah merencanakan pembunuhan untuk dirinya dan Kakeknya.
Karena mereka sudah lama mengincar Mata Pengintai Angkasa.
Keluarga Yuwen Huai memiliki lebih banyak kepercayaan dari kaisar karena Yuwen Yue menderita penyakit dingin dan kakeknya lumpuh. Yuwen Zhao menyerahkan tugas kepada Yuwen Yue untuk menghidupkan kembali Mata Pengintai Angkasa untuk mengembalikan kehormatan keluarga.
Di Halaman Belakang Rumah Qingshan
Pesta Yan Xun sedang berlangsung dan Xiaoliu ditugaskan sebagai tangga manusia untuk Putri Chunner.
Para putra bangsawan memberi hormat pada Putri Chunner.
Putri juga menunjukkan Es batu giok sebagai hadiah ulangtahun untuk Yan Xun.
Yan Xun sangat berterimakasih pada Putri Chunner. Kemudian Yan Xun memandang Xiao Liu yang tak jauh dari tempatnya berdiri.
Semuanya berjalan baik sampai Xiaoliu tak sengaja mendengar Yuwen Huai berbicara dengan Zhu Shun tentang meracuni seseorang.
•Yuwen Huai: "Racun yingtao tak berguna. Kematiannya tak perlu dikasihani. Ini adalah bubuk guanghan. Masukkan ini kedalam arak. Ini tidak akan merubah warna atau bau tambahan pada arak dari tuan putri. Disini adalah halaman belakang Yuwen Yue. Dengan perlindunganku, kau tak perlu takut."
"Siapa yang akan mereka bunuh?" Tanya XiaoLiu dalam hati.
Yuwen Yue datang terlambat ke acara ulangtahun Yan Xun.
ZhiXiang datang menyajikan arak untuk tuan muda Yuwen Yue
Zhu Shun menghentikan ZhiXiang dan memberitahunya untuk melayani Yuwen Yue dengan baik padahal diam2 memasukkan racun ke dalam arak Yuwen Yue.
Yuwen Yue diperintahkan untuk minum arak sebagai hukuman atas kedatangannya yang terlambat. Tetapi ia tahu dan curiga ada sesuatu yang salah karena Yuwen Huai yang paling memaksa agar ia meminum arak.
Karena curiga, Yuwen Yue meminta maaf pada Putri Chunner karena tidak meminum arak dengan alasan sedang sakit.
Yuwen Huai kesal dan mengusulkan permainan. Jika Yuwen Yue tidak minum, mereka akan membunuh pelayan cantik yang menyajikan arak kepadanya.
Zhixiang pun memohon kepada tuan muda Yuwen Yue agar mau meminum arak itu. Namun Yuwen Yue tetap diam tidak meminumnya.
Sudah cukup XiaoLiu melihat kejadian itu. Lalu ia menggunakan ketapelnya untuk menumpahkan arak. Semua orang terkejut. Yuwen Yue secara mental memarahinya "Tindakan yang tidak perlu" dan YanXun mengkhawatirkannya "Kucing Liar ini"
Xiaoliu ditangkap dan memohon pada semua tuan muda agar tidak bercanda dengan nyawa kakaknya.
Menurut aturan di keluarga Yuwen, XiaoLiu harus dihukum mati.
Yan Xun menyela: "Ini adalah hari ulangtahunku. Kenapa kita harus berkelahi atau membunuh? Begini saja, ayo bermain untuk melihat apakah dia pantas mati atau tidak.
Ini giok pinggangku dengan pola naga disatu sisi dan huruf disisi lainnya. Aku akan melemparkannya ke udara dan setelah jatuh, kau harus menebak sisi atasnya. Jika kau benar, tuhan menyelamatkanmu"
Giok itu dilemparkan dan Xiaoliu mengejutkan semua orang karena menebak dengan benar yaitu pola naga.
Yuwen Huai jengkel : "Baik, dia tidak akan dibunuh tetapi dia tetap akan dihukum"
XiaoLiu dihukum digantung terbalik di pohon.
Lin Xi memohon kepada tuan Yuwen Yue agar membebaskan Xiaoliu. Yuwen Yue berkata pada XiaoLiu "Memiliki kemampuan untuk terlibat dalam kesulitan, tapi tidak punya kemampuan untuk keluar dari kesulitan. Bodoh."
Setelah menyelamatkannya, Yuwen Yue berjalan pergi dan disambut oleh Zhu Shun yang marah. Tentu saja, Pelayan Zhu tidak bisa berbuat apa-apa karena Yuwen Yue adalah orang yang membebaskan budak itu. Yuwen Yue memberitahu Zhu Shun untuk menyampaikan kepada Yuwen Huai bahwa apa yang ia rencanakan, maka datang sendiri padanya. Lin Xi kemudian menggendong adiknya keluar dari sana.
Di Gudang Kayu sekitar Rumah Qingshan
Nyonya Song datang ke gudang kayu (tempat tinggal Xiaoliu). Yuwen Huai ingin gadis yang mengganggu ini mati. Mereka akan mengirimnya ke Pavilion Jile, tempat yang kejam. ZhiXiang panik mendengar hal itu. Mereka tidak bisa membiarkan Xiaoliu pergi ke sana untuk mati. Apa yang bisa mereka lakukan? Mereka harus melakukan sesuatu agar bisa menyelamatkan XiaoLiu.
Seorang pelayan dari rumah tangga Yuwen Yue bertemu dengan Zhu Shun. Dia adalah Jin Zhu seorang mata-mata yang ditanam oleh Yuwen Huai. Zhu Shun menyerahkan sekotak batangan angka pada Jin Zhu agar diserahkan pada Kakek Yuwen Yue. Karena mereka gagal membunuh Yuwen Yue, mereka akan fokus membunuh Kakeknya terlebih dahulu. Zhu Shun memperingantkan Jin Zhu bahwa kotak itu beracun dan menyerahkan sepasang sarung tangan khusus. Zhu Shun mengatakan untuk mencari kambing hitam menggunakan keluarga Jing karena mereka sedang khawatir tentang XiaoLiu.
Rumah Qingshan
Jin Zhu mencari Lin Xi dan bertanya tentang masalahnya. LinXi tidak ingin memberitahunya. Namun, Jin Zhu bertahan dan berkata bahwa dia mungkin memiliki cara untuk membantunya.
Lin Xi mengunjungi Xiao Liu yang sedang tidur. Seperti biasa XiaoLiu memimpikan Chu Qiao lagi. Saat Xiao Liu terbangun melihat kakak Lin Xi ikut tertidur menunggunya terbangun. Xiao Liu membangunkannya dan menceritakan apa yang dia ketahui saat di pesta.
•XiaoLiu : "Aku telah membuat kalian semua menjadi terlibat"
•Lin Xi : "Tenang saja"
•XiaoLiu : "Yuwen Huai menggunakan obat. Aku dengar itu disebut bubuk Guanghan, itu mematikan untuk orang yang memiliki penyakit dingin. Tapi bagi orang biasa itu tidak apa-apa"
•Lin Xi : "Dari mana kau mengetahui ini?"
•XiaoLiu : "Aku tidak tahu mengapa aku tahu hal ini"
Kemudian XiaoLiu bertanya pada kakaknya tentang asal usulnya karena di dalam mimpi itu terasa nyata.
•XiaoLiu : "Kakak kelima, apakah aku mempunyai nama lain? Dalam mimpi aku selalu dipanggil Chu Qiao. Dan terkadang ada orang-orang yang memburu aku. Rasanya nyata. Apa kau ingat bagaimana aku datang kerumah kita?"
•Lin Xi : "Aku hanya ingat kalau ayah mengatakan bahwa kau adalah putrinya dengan seorang gundik. Adik jangan pikirkan hal itu, mimpi semua palsu. Tuan Yue sangat mempercayai aku dan cepat atau lambat aku akan membuat orang-orang itu membayar. Hanya saja kau menyinggung Tuan Huai. Dia benar-benar kejam. Zhu Shun adalah bawahannya, dia jahat seperti atasannya. Aku harus mencari cara untuk segera berurusan dengan mereka."
•Xiao Liu : "Kakak kelima, meskipun ada begitu banyak hal yang aku tidak ingat, kau adalah keluarga yang aku miliki di dunia ini. Aku diberkati dengan cinta dan perhatian dari orangtua, saudara saudari. Aku sangat menghargai itu."
•Lin Xi : "Santai saja dan pulihkan diri. Aku akan membawakanmu air"
Untuk membantu menenangkan hati Linxi, Jin Zhu memberinya identitas kebebasan untuk Xiaoliu sehingga Xiaoliu dapat melarikan diri agar tidak dibawa ke Paviliun Jile. Dan sebagai gantinya, Jin Zhu meminta agar Linxi memberikan kotak batangan kepada kakek Yuwen Yue dengan alasan berharap Jin Zhu akan menjadi selir Yuwen Yue.
Xiaoliu dibujuk oleh Zhixiang untuk pergi. Tentu saja XiaoLiu tidak ingin pergi. Namun XiaoLiu mengerti bahwa kehadirannya dapat membahayakan keluarganya akhirnya dia akan pergi. Kemudian dia menyerahkan ketapelnya kepada Zhi Xiang untuk perlindungan.
Malam harinya, LinXi memberikan kotak batangan untuk Kakek Yuwen Yue. Jin Zhu mengintai dari luar kamar Kakek Yuwen Yue. Ketika orang tua itu membuka kotak, seekor laba-laba mematikan menggigitnya.
Dalam perjalanan keluar istana, Xiao Liu melihat kereta kuda melintas ia juga melihat seorang wanita memakai cadar berbicara pada seseorang didalam kereta kuda itu "Berhasil dengan adanya kambing hitam, Jing Lin Xi"
XiaoLiu juga menemukan sebuah sarung tangan dari kulit yang jatuh dari wanita cadar itu.
Xiaoliu curiga bahwa kakak LinXi sedang dalam bahaya. Xiaoliu berlari dan bergegas kembali ke istana, tetapi sudah terlambat.
Yuwen Yue sampai di sana saat Kakeknya terluka dan bahkan Lin Xi juga telah digigit laba-laba mematikan itu. Yuwen Yue membunuh Lin Xi di depan mata Xiao Liu.
Ya, Gadis itu punya alasan kuat untuk membenci Yuwen Yue dan Yuwen Huai.
Bersambung....
Sinopsis per episode akan terus ditulis oleh admin tergantung admin males atau tidak 😁
Adm: Suci Wulandari


Komentar
Posting Komentar