Princess Agents Episode 4
Pemilihan Pelayan Kamar Yuwen Yue
Di Rumah Qingshan
Ketika Yuwen Yue sedang menulis di dalam kamarnya, burung beo CangWu mengumumkan kedatangan Yan Xun "Si orang jahat datang. Si orang jahat datang"
Yan Xun masuk dan memperhatikan penampilan Yuwen Yue. Kemudian Yan Xun menggodanya : "Ada satu cela. Kau, dirimu sendiri, adalah satu cela. Semua orang tahu bahwa kakekmu bukanlah kakek kandungmu dan dia sangat keras padamu. Tapi aku tahu bahwa dia adalah satu-satunya anggota keluarga yang kau pedulikan. Kalau kakekmu benar-benar meninggal, bukankah kau sudah muntah darah, tidak mengganti baju, tidak mandi, rambut kusut, dan seluruh tubuhmu berbau tak sedap? Tapi saat ini kau terlihat seperti orang biasa yang sedang berkabung. Terlalu tipikal. Kau bisa membohongi oranglain, tapi tidak dengan sahabat terbaikmu."
•Yuwen Yue : "Berpikirlah, bahwa kau pintar bisa saja bukan hal yang baik. Kau jelas tahu bahwa ini adalah air yang berlumpur. Dan kau masih berani untuk ikut campur. Apa kau tidak khawatir aku akan membuatmu dalam masalah?"
•Yan Xun : "Baiklah. Jika kau butuh bantuanku dimasa depan, katakan saja."
•Yuwen Yue : "Aku masih bisa mengatasi masalah internal dan pembunuhan dalam klan Yuwen kami."
•Yan Xun : "Aku sebenarnya sangat tidak ingin ikut campur dalam pertarungan internal para klan ini. Dan aku juga bisa melihat dengan jelas siapa yang merupakan serigala, macan, dan harimau (orang yang berbahaya). Aku hanya tidak ingin ada dipihak yang sama dengan mereka. Aku hanya ingin dengan bebas menerbangkan elang di atas padang rumput di Wilayah Barat. Bagaimana denganmu? Apa yang ingin kau lakukan?"
•Yuwen Yue : "Pilihanku.... adalah selalu ketika aku tidak punya pilihan lain"
Yan Xun juga memperingatkan Yuwen Yue agar ia berhati-hati karena Yuwen Xi berencana akan mengunjunginya secara pribadi dan akan mengirim seorang wanita untuk menghangatkan tempat tidurnya.
Yan Xun bertanya pada Yuwen Yue Wanita seperti apa yang dia suka. Namun tuan dingin memang benar-benar dingin, ia mengatakan bahwa dalam hal wanita dia juga tidak punya pilihan.
Sebelum Yan Xun pergi, Yan Xun mengambil obat rahasia milik Yuwen Yue. Yue Qi mencegahnya "Calon pewaris, obat itu sangat berharga dan mahal. Tuan kami bahkan tidak tega untuk memakainya."
Yan Xun : "Kalau begitu, biar aku saja yang memakainya."
Yue Qi tertawa, dan Yuwen Yue tersenyum melihat tingkah Yan Xun yang sembrono itu.
Di Gudang Kayu
Xiao Ba dan Xiao Qi melihat manik-manik kayu yang diserahkan oleh kakak Zhi Xiang untuk Xiao Liu. Xiao Qi mengatakan agar Xiao Ba segera menyerahkan manik kayu itu untuk Xiao Liu. Namun Xiao Ba menolaknya.
Yan Xun berjalan menuju tempat para budak bekerja. Disana dia melihat beberapa penjaga masuk ke gudang kayu dimana Xiao Liu dan kedua adiknya tinggal. Si botak Zhi Siliu (anak dari penjaga penjara langit) mencoba membawa Xiao Liu pergi untuk diinterogasi mengenai kematian Nyonya Song.
Yan Xun kemudian masuk dan menuduh Zhi Siliu mencuri kudanya dengan menggunakan kata-kata yang sama dengan yang dikatakan Zhi Siliu kepada Xiao Liu "Apa aku masih perlu bukti untuk menangkapmu? Kata-kataku sudah cukup menjadi bukti"
Zhi Siliu memohon maaf kepada Xiao Liu dan dia menyuruhnya pergi dengan cara berguling. Setelah para penjaga itu pergi, Yan Xun memberi tahu Xiao Liu bahwa dia haus dan ingin minum teh. Xiao Liu menyuruhnya pergi ke rumah utama karena jelas di tempat tinggal Xiao Liu tidak ada air maupun teh. Yan Xun bersikeras ingin minum teh dan kedua adik Xiao Liu pergi mengambilkan. Yan Xun juga bertanya mengapa wajah Xiao Liu sangat murung, Xiao Liu mengatakan kepada Yan Xun tentang kematian saudara laki-laki dan perempuannya jadi dia tidak ingin bercanda dengannya. Yan Xun memperhatikan luka serius ditangan XiaoLiu. Yan Xun kemudian meletakkan obat yang diambil dari kamar Yuwen Yue untuk Xiao Liu, lalu pergi.
Yuwen Xi datang ke Rumah QingShan.
Sebelum kakek tua itu memasuki ruangan, Yuwen Yue memerintahkan Yue Qi agar segera mengambil barang yang sepertinya sudah mereka rencanakan.
Yuwen Xi ingin membantah hak Yuwen Yue atas Rumah Utama QingShan "Kau sebenarnya merupakan pewaris langsung dari rumah kedua. Enam belas tahun yang lalu ibumu menjadi gila dan kau sementara waktu diadopsi oleh rumah utama. Tapi aku telah memeriksa buku leluhur. Di dalam buku keturunan keluarga kita, statusmu menjadi hilang karena tidak ada tanda tangan dari ayahmu. Maka identitasmu sebagai keturunan Rumah Utama tidak bisa berlaku lagi. Kau tidak bisa memperlakukan Rumah Qingshan seperti rumahmu lagi"
•Yuwen Yue : "Aku berhutang pada kakek karena sudah membesarkanku. Mengenai Rumah Qingshan, aku masih bisa mengaturnya."
•Yuwen Xi tertawa meremehkan "Bukan pilihanmu untuk bisa atau tidak bisa memimpin Rumah Qingshan."
•Yuwen Yue : "Tentu saja kata-kataku tidak berlaku. Tapi apabila Yang Mulia yang menyuruhku untuk bertanggung jawab atas Rumah Qingshan, maka kata-kataku berlaku."
Tepat pada saat itu, Dekrit kekaisaran datang dan Yuwen Xi heran melihat petugas yang membawakan dekrit itu adalah Yue Qi. "Jadi ada seseorang yang membantumu. Dia bahkan bisa memberimu dekrit kekaisaran. Orang luar menunjukkan perhatian sebesar ini, bagaimana bisa aku tetuamu tidak menunjukkan perhatianku juga?"
Seperti yang telah diperingatkan Yan Xun, Yuwen Xi ingin Yuwen Yue menerima budak yang ditunjuk untuk melayani di kamarnya.
Yuwen Yue mengatakan kepada Yuwen Xi bahwa bukan hanya dia saja yang ingin memberikan wanita pelayan tidur untuknya.
(menurut saya itu hanya alasan Yuwen Yue pada Yuwen Xi. Termasuk dekrit kekaisaran yang dibawa oleh Yue Qi).
Untuk bersikap adil, Yuwen Yue akan mengadakan kompetisi untuk memilih wanita yang akan melayaninya. Kompetisi akan dibuka untuk para budak kelas perunggu dan perak di perkebunan Yuwen.
Yuwen Xi pergi kemudian Yuwen Yue menyuruh Yue Qi agar memberitahukan semua orang bahwa ia akan memilih pelayan untuk kamar tidurnya.
Di Gudang Kayu
Xiao Qi dan Xiao Ba mengetahui berita bahwa Tuan Yuwen Yue mengadakan kompetisi mencari pelayan kamarnya. Namun sayang mereka tidak bisa ikut andil dalam kompetisi itu dikarenakan status mereka hanya pelayan dengan lonceng besi. Karena di Rumah Qingshan memiliki tiga tingkatan pelayan dari yang terendah pelayan besi, perunggu, dan perak.
Xiao Liu ingin menggunakan kesempatan ini untuk melindungi Xiao Qi dan Xiao Ba. Karena menurut Xiao Liu hanya dengan cara masuk kedalam Rumah Utama ia bisa melindungi kedua adiknya dari cengkraman Yuwen Huai dan untuk membalas kematian kakaknya, LinXi. Xiao Liu mempunyai pendirian yang kuat, meskipun dia sadar bahwa dia hanyalah pelayan lonceng besi, dia tetap akan ikut dalam kompetisi itu.
Jing Xiao Liu pergi mendaftar untuk kompetisi itu tetapi karena dia dari kelas besi, dia tidak punya hak untuk mengikutinya. Yue Qi memberitahukan pada tuannya bahwa adik dari Lin Xi itu ingin ikut serta dalam kompetisi. Jing Xiao Liu akan terus berlutut di depan pintu jika tuan Yuwen Yue tidak mengijinkannya mengikuti kompetisi itu.
Tuan Yuwen Yue menjaga ekspresi dinginnya mengatakan "Seorang pelayan dari kelas besi ingin bergabung dalam kompetisi? Ia melebih-lebihkan kemampuannya."
Selama berjam-jam Xiao Liu berlutut di depan pintu. Sesekali Yuwen Yue melihatnya dari balik jendela.
Sampai malam tiba Xiao Liu masih bertahan berlutut, hingga Yue Qi datang akan membawanya keluar. Sebelum dia keluar, tuan Yuwen Yue datang dan bertanya "Kenapa kau datang?"
•Xiao Liu menundukkan kepalanya: "Aku Jing Xiao Liu dengan bersungguh-sungguh meminta tuan untuk berbelaskasihan dan mengijinkan aku ikut dalam kompetisi untuk melayani tuan"
•Yuwen Yue: "Angkat kepalamu. Beri aku satu alasan kenapa aku harus memberimu perkecualian"
•Xiao Liu : "Selama aku tinggal dikehidupan tuan, aku bisa mempertahankan hidupku"
•Yuwen Yue : "Itu alasanmu? Jika kau ingin tinggal di Rumah QingShan hanya ada satu jalan. Jadilah pelayan ruang tidurku"
•Xiao Liu : "Ya"
•Yuwen Yue : "Apa kau tahu apa artinya melayani di ruang tidur?"
•Xiao Liu : "Menjawab tuan, aku tidak tahu"
•Yuwen Yue : "Akankah kau mampu untuk melayani kesenangan tuanmu di tempat tidurnya?"
•Xiao Liu diam sejenak dan menjawab "YA"
•Yuwen Yue : "Kau pribadi melihat aku membunuh kakakmu dan kau masih bersedia melayani di tempat tidurku? Dimana harga dirimu? Beritahu aku"
•Xiao Liu : "Aku tidak berhak untuk berbicara mengenai harga diri. Aku hanya mohon pada tuan memberiku jalan untuk hidup."
Ya, jika memang itu satu-satunya cara untuk bertahan hidup, maka Xiao Liu bersedia menjadi pelayan tempat tidur tuan Yuwen Yue. Sebelum dia pergi, Yuwen Yue mengizinkannya untuk berpartisipasi dalam kompetisi itu.
Di Kediaman Yuwen Huai
Pelayan Zhu melaporkan kepada tuan Yuwen Huai bahwa Yuwen Yue membuat perkecualian dan mengizinkan Jing Xiao Liu, pelayan yang selalu menggagalkan rencana mereka bergabung untuk kompetisi pelayan.
Pelayan Zhu juga melaporkan sebuah berita penting lainnya bahwa Tukang masak di kediamannya melaporkan pada malam Nyonya Song menghilang, ketiga Jing bersaudara adu mulut dengan Nyonya Song di dekat danau, setelah itu dia mendengar seseorang jatuh ke air. Yuwen Huai sempat marah pada Zhu Shun kenapa ia tidak secepatnya melaporkan padanya? Padahal Yuwen Huai sudah tahu mengenai hal itu. Yuwen Huai merasa bahwa Jing Xiao Liu bukan orang normal biasa, bahkan Nyonya Song pun tidak dapat menghadapinya. Pelayan Zhu Shun merasa jika pion mereka Jin Zhu tidak berhasil di depan Yuwen Yue, mereka bisa mengirim Xiao Liu sebagai gantinya. Karena menurutnya Xiao Liu sedang mencari kesempatan untuk membalas dendam pada Yuwen Yue yang telah membunuh kakak Xiao Liu.
Keesokkan harinya di Rumah QingShan
Xiao Liu memasuki area kompetisi dan burung CangWu berteriak "Si bodoh datang. Si bodoh datang"
Banyak dari pelayan yang memandang Xiao Liu dan berbisik tentangnya.
Xiao Liu mendekati burung CangWu dan melepaskan rantai emas yang mengikat kaki burung itu. Burung CangWu merasa bebas dan berteriak "Kau orang baik. Kau orang baik"
Melihat hal itu semua pelayan heran dengan keberanian Xiao Liu melepas burung kesayangan tuan muda Yuwen Yue.
Termasuk pelayan Jin Zhu yang tidak suka dengan Xiao Liu memulai mencari masalah. Dia menginjak kaki Xiao Liu hingga hampir terjatuh dan kemudian Jin Zhu merobek pakaian Xiao Liu. Dengan tangkas, Xiao Liu melawan dan menarik pakaian Jin Zhu kemudian dipakainya untuk menutupi pakaiannya yang robek.
Pada saat itu, tepat tuan muda Yuwen Yue datang dan melihat pakaian mereka berdua yang tidak beraturan. Xiao Liu dan Jin Zhu kemudian pergi untuk mengganti pakaian.
Yue Qi yang melihat kejadiannya memberitahukan kepada Yuwen Yue "Tuan, meskipun gadis ini tidak mempunyai kemampuan dalam ilmu beladiri. Tapi dia punya refleks cepat dan bereaksi cepat. Dia tidak membuang satu gerakanpun. Dia sungguh cocok untuk mempelajari ilmu bela diri".
Yue Qi menjelaskan aturan dalam kompetisi itu. Ada tiga putaran pada hari kompetisi, yang kalah dua kali akan dihilangkan. Babak pertama adalah semacam permainan catur. Xiao Liu tidak tahu aturannya dan terpaksa kalah.
Di babak kedua adalah membuat teh, Xiao Liu menggunakan air segar dan daun mint untuk menyeduh teh dan itu menarik perhatian Yuwen Yue. Tepat pada saat itu, pangeran Yan Xun tiba dengan diikuti kedua adik Xiao Liu yang ingin melihat kakaknya ikut berkompetisi. Mata Yan Xun tak lepas memandangi Xiao Liu. Xiao Liu melewati putaran kedua (meskipun pengetahuan tentang menyeduh teh tidak ada artinya).
Untuk babak ketiga, para budak yang tersisa diminta untuk menghafal kitab suci seorang buddha dan menuliskannya dalam waktu yang ditentukan. Melalui melihat para pelayan yang lainnya, Xiao Liu belajar bagaimana menulis dan menulis simbol berdasarkan ingatan.
Sebelum dia diumumkan sebagai pemenang, pelayan Jin Zhu menganggap Xiao Liu telah menyalin tulisan dari yang lain atau Xiao Liu bahkan telah melihat kitab suci buddha sebelumnya.
Yuwen Yue menyuruh Xiao Liu untuk menandatangani namanya. Tetapi karena dia tidak tahu bagaimana menulis, dia menggunakan bel di rambutnya untuk melakukannya.
Dan kemudian diumumkan bahwa Jing Xiao Liu adalah pemenang dalam kompetisi itu.
Yuwen Yue berjalan pergi dan tersenyum kecil dengan menjaga wajah dinginnya. Sepertinya memang inilah yang Yuwen Yue harapkan.
Sebagai pemenang kompetisi, Xiao Liu dibawa ke kamar Yuwen Yue. Xiao Liu membuka pintu kamar Yuwen Yue dan berdiri melihat Yuwen Yue yang sedang mengasah pisau.
"Betapa tidak sopan. Mengapa kau berdiri disana?" Ucap Yuwen Yue tanpa melihat ke arah Xiao Liu.
Xiao Liu segera menutup pintu kamar dan memberi hormat pada tuannya itu.
Yuwen Yue bertanya sekali lagi "Beritahu aku mengapa kau mau menjadi pelayan kamar tidurku?"
Xiao Liu menjawab bahwa dia telah berjanji pada kakaknya akan menjaga kedua adiknya.
Baik, Yuwen Yue berjanji padanya akan menggunakannya jika dia lulus semua tesnya. Dia memintanya untuk datang dan membantunya bercukur. Dengan semua pisau tajam di depannya, Xiao Liu ingat bagaimana dia membunuh saudaranya dan ingin membidik tenggorokannya.
Bersambung.....
Tunggu sinopsis episode berikutnya ya teman2, semoga adminnya gak males nulis ππ
Adm : Suci Wulandari

Komentar
Posting Komentar