Sinopsis Princess Agents Episode 5

Episode 5 : Yan Xun Mengunjungi Xiao Liu

Dengan berhasilnya Xiao Liu memenangkan kompetisi pemilihan pelayan kamar tidur, Xiao Liu kini melayani Yuwen Yue.
Ketika Xiao Liu membidik tenggorokannya, sepertinya dia ingin membunuhnya tetapi semua itu tidak terjadi dan Xiao Liu justru membantunya mencukur. Yuwen Yue bertanya "Mengapa kau tidak membunuhku? Apa kau lupa kalau aku yang membunuh kakakmu? Aku sudah memberimu kesempatan" 
XiaoLiu menaruh pisau dengan mengatakan bahwa ia tidak berani untuk melakukannya.
•Yuwen Yue : "Dalam hatimu, kau tidak percaya pada kata-kata tidak berani"
•Xiao Liu : "Itu dulu"
Yuwen Yue kemudian berdiri dan mengatakan pada Xiao Liu untuk mengikutinya. Mereka pergi kearah jendela. Xiao Liu melihat dua saudara perempuannya di luar Rumah Utama QingShan. 
Yuwen Yue mengatakan padanya untuk berhenti mengkhawatirkan kedua adiknya, karena mereka sudah dibawa ke Rumah Utama.
Yuwen Yue juga berkata "Ingat, hanya ada satu situasi dimana kau dapat memberikan hulu pedang pada oranglain. Yaitu saat kau sudah mengetahui kelemahan orang itu."  Ini adalah nasihat penting untuk Xiao Liu untuk kejadian sebelumnya saat Xiao Liu ingin membidik tenggorokan Yuwen Yue.
Yuwen Yue memanggil XiaoLiu untuk mendekatinya "Mulai sekarang jangan gunakan nama Jing Xiao Liu lagi. Aku akan memberimu nama. Xinger"
Dengan wajah datar, Xiao Liu berterimakasih untuk nama yang telah diberikan untuknya.
"Kedengarannya bagus kan?" Tanya Yuwen Yue.
"Ya... Kedengarannya bagus." Jawab Xinger datar.
•Yuwen Yue : "Jadi, kenapa kau tidak tersenyum? Apa kau tidak tahu caranya tersenyum palsu?. Di depan orang yang lebih kuat darimu, meskipun kau takut atau tidak punya nyali, jangan pernah gemetar. Kau harus tersenyum"
Yuwen Yue memegang pipi Xinger memaksanya tersenyum "Tersenyum dengan cerah"
Kemudian Xinger memberikan senyuman meskipun itu berat baginya. 
Yuwen Yue pergi dan mengatakan agar bersiap untuk tidur. Wajah Xinger semakin tegang dan bergumam dalam hati "Karena aku sudah memutuskan untuk menjadi pelayan kamar tidur, aku tidak boleh mundur"
Xinger bersiap untuk tidur dan dengan ragu akan membuka jubahnya. Tiba-tiba Yuwen Yue menyuruhnya untuk membawakan gulungan bambu untuknya. 
Xinger membawakan gulungan bambu itu dan entah kenapa Yuwen Yue akan memberikan hukuman untuknya besok. Mungkin karena Xinger tidak sopan pada Yuwen Yue saat memberikan gulungan bambu itu. Kemudian Xinger menyadarinya dan langsung menundukkan badannya untuk hormat pada Yuwen Yue. 
Yuwen Yue membaca gulungan bambu itu dan ternyata Xinger tertidur dalam tunduknya. Yuwen Yue menggulung gulungan bambu dan kemudian memukul kepala Xinger sampai Xinger kaget dan terbangun.
"Kau akan menerima dua hukuman besok."  ucap Yuwen Yue.
Lalu Yuwen Yue menyuruh Xinger untuk menyiapkan makan malam. Burung CangWu pun bergumam "Bodoh.Bodoh"  melihat tingkah Xinger. 

Xinger menyiapkan makan malam dengan mengatur alat makan di meja. Namun Yuwen Yue merapikan ulang alat makannya sendiri. Ternyata Xinger tidak tahu bagaimana cara mengatur alat makan dengan benar.
Kemudian Yuwen Yue mengatakan "Aku ingin bunga plum"
"Tuan ingin makan bunga plum? Apakah kau ingin yang dipanggang atau direbus? Apa harus dibungkus dengan plastik atau jadi kudapan?" Tanya Xinger.
•Yuwen Yue : "Aku ingin peralatan makan yang bermotif bunga plum."

Oh, ternyata tuan muda bukan ingin makan masakan bunga plum. Dia hanya ingin peralatan yang bermotif bunga plum. 
Tepat pada saat itu di kamar para pelayan, Xiao Ba membuka jendela seakan ingin menguping kakaknya. Jin Si teman dekat Jin Zhu menegurnya. Ah Luo juga terbangun dan mengatakan bahwa Xiao Liu dan tuan muda adalah pasangan yang sangat serasi. Mendengar hal itu wajah Xiao Ba menjadi muram. Mungkinkah Xiao Ba cemburu pada kakaknya? Ya ternyata Xiao Ba mengagumi tuan muda Yuwen Yue.
Xinger menyajikan makan malam kembali dengan peralatan makan bermotif bunga plum. Yuwen Yue mengatakan agar Xinger melayaninya. Ia meminta Xinger untuk memberikan tangannya. 
Melihat Yuwen Yue mengambil sebuah pisau, Xinger bertanya apa yang akan ia lakukan. Dan ternyata Yuwen Yue melukai jari Xinger hingga berdarah dan Xinger berteriak "Sakit"
Mendengar Xinger kesakitan, burung beo CangWu mengikutinya dan berteriak "Sakit, sakit, sakit"
Xinger tidur di tempat tidur Yuwen Yue dan mengigau "Baunya harum sekali" 
Yuwen Yue duduk di tepi tempat tidur dan bergumam "Tidak tahan mencium keharuman malam seperti ini. Sekali melihat, orang langsung tahu dia tidak punya pengalaman di dunia persilatan"
Yuwen Yue memberi selimut untuk menutupi tubuh Xinger. Burung CangWu masih berteriak "Sakit, sakit, sakit" 
Jin Zhu yang mendengar Burung CangWu berteriak seperti itu, mengira yang bukan-bukan dan menuduh Xinger wanita jalang. 
Ketika Xinger tertidur, Yuwen Yue justru sibuk membaca sebuah catatan dari Kakeknya.
Kemudian Yue Qi datang "Tuan, apakah kita akan terus menghafalkan catatan mata-mata? Sejak kau menyelamatkannya dari medan perburuan manusia, Tuan Besar memintaku untuk mengawasinya." Tuan besar yang dimaksud adalah kakek Yuwen Yue.
Yuwen Yue membaca sebuah catatan dari kakeknya yang berisi "Wanita itu memiliki sifat seperti hewan liar. Akan sulit melatihnya. Kalau kau tidak dapat memanfaatkannya dengan baik, aku takut kau sendiri yang akan dirugikan nantinya. Gunakan dia dan jauhkan dirimu darinya. Dan singkirkan dia jika sudah selesai. Cucuku Yu'er tolong ingatlah ini."
Setelah membaca catatan dari kakeknya, Yuwen Yue juga membaca sebuah surat dengan tanda boneka burung di dalamnya. Surat itu datang dari sahabat penanya. Yuwen Yue membalas surat itu dengan kata-kata yang akrab seakan mereka sudah lama saling berkirim surat.
Keesokkan harinya Xinger bangun dari tidurnya dan terkejut melihat Yuwen Yue tidur disampingnya. Reflek ia berteriak dan burung CangWu pun mengikutinya berteriak lagi. 
Dari luar kamar Yuwen Yue, tukang masak di kediaman Yuwen mendengar suara burung CangWu berteriak dan berkata pada Jin Zhu "Ini pertama kalinya tuan muda ditemani wanita. Dia masih sangat muda. Gadis itu berteriak semalam, dia masih terus berteriak sampai pagi" 
Mendengar hal itu, Jin Zhu menunjukkan wajah cemburunya. 
Di tempat tidur, Xinger menutupi wajahnya karena malu. 
•Yuwen Yue : "Kenapa kau berteriak? Bukankah kau yang berlutut dan memohon padaku agar diberi kesempatan untuk menghiburku di tempat tidur? Apa kau malu?"
Yuwen Yue kemudian menunjukkan beberapa gerakan bela diri pada Xinger dan mengatakan bahwa pelayan di kamarnya perlu tahu seni bela diri.
Saat Yuwen Yue menunjukkan padanya, Xinger memperhatikan kemudian menyerangnya dan akhirnya dicekik olehnya di tempat tidur. Pada saat yang sama, Jin Zhu berjalan membawa makanan untuk mereka dan melihat bahwa Yuwen Yue sedang memangku Xinger. 
Melihat hal itu Jin Zhu kelihatan cemburu dan menahan amarah. Ia juga sempat memperhatikan seprai di tempat tidur mereka. Di hadapan Jin Zhu, Yuwen Yue menyuapi Xinger dan menyuruhnya pergi. 
Setelah Jin Zhu pergi, Xinger segera bangun dari pangkuan Yuwen Yue. 
Yuwen Yue menyuruh Xinger untuk mencuci selimut yang kotor. Xinger bergumam jelas-jelas Yuwen Yue sendiri yang sengaja membuat sprei itu kotor (dengan menggunakan darah dari jari Xinger yang sebelumnya dilukai olehnya).
Melihat Xinger membawa cucian ditangannya, Jin Zhu merendahkannya "Aku sudah tinggal di istana ini selama sepuluh tahun dan ini pertama kalinya melihat orang yang menjadi pelayan kamar tidur tuan masih memakai lonceng besi. Aku jadi tidak tahu apa bedanya pelayan kamar dan pelacur rumahan"
Mendengar Jin Zhu dan Jin Si merendahkan kakaknya, Xiao Qi tidak terima dan ingin melawan namun Xiao Ba menghentikannya dan menyindir Jin Zhu "Lupakan. Kita abaikan saja dia. Kelak kalau kakak keenam melahirkan tuan muda/nona muda untuk tuan, dan menyingkirkan status budaknya dia akan menjadi bos untuk mereka. Begitu saat itu tiba, lihat saja siapa yang berani mengganggu kita."
Jin Zhu menghampiri kedua adik Xinger dan adu argumen dengan mereka. Hingga Jin Zhu ingin menampar Xiao Qi tiba-tiba Xinger datang menampisnya. Mereka kemudian saling bertarung dan Xinger berhasil mengunci tangan Jin Zhu sampai tidak dapat bergerak. Xinger mendorongnya lalu Jin Zhu dan gengnya pergi meninggalkan Xinger.
Xinger merasa teknik bela diri yang Yuwen Yue ajarkan padanya memang luar biasa.
Adegan selanjutnya adalah putri Chuner keluar dengan berpakaian seperti pria. Dia menghampiri para anak bangsawan termasuk kakaknya sendiri Yuan Song. Chunner mencoba menarik perhatian Yan Xun dan mempunyai ide untuk bermain melempar anak panah tetapi dengan menutup mata.
Sepertinya Yan Xun tidak semangat untuk permainan itu dan kemudian memilih untuk tidur. Melihat Chunner sedih, Wei Shuye mencoba menghibur Chunner namun Chunner tetap ingin Yan Xun. Disini kita melihat ekspresi Wei Shuye yang cemburu terhadap Yan Xun karena Wei Shuye menyukai Putri Chunner.
Chunner mencoba membangunkan Yan Xun dengan pucuk daun untuk mengelitik hidungnya. Yan Xun mengigau dan menyebut "Kucing liar kecil" dan ia terbangun.
Mendengar itu, Chunner bertanya siapa "Kucing liar kecil?" 
Yan Xun berkata hanya seekor kucing dan dia akhirnya pergi memberitahu Chunner bahwa dia akan memberi makan kucing (Xinger). 
Chunner sudah merasa bahwa Yan Xun tidak berbicara tentang kucing. 
Yan Xun menemukan Xinger di tepi sungai sedang mencuci seprai dan mulai berbicara dengannya. Tapi semua yang keluar dari mulutnya adalah menggoda Xinger dan membuat Xinger kesal sampai-sampai dia ingin menghajarnya. 
•Xinger : "Kenapa kau datang?"
•Yan Xun : "Aku sudah datang. Cepat berdiri dan beri salam padaku."
Xinger hanya melirik sambil memukul seprai yang dicucinya. 
•Yan Xun : "Kau baru saja menjadi pelayan kamar Yuwen Yue. Kau mulai tidak menghormatiku. Bukan begitu? Dengan pandanganmu yang seperti itu kau pasti tidak akan bisa melakukan hal besar dikemudian hari."
•Xinger : "Hanya kau satu-satunya yang mengatakan itu"
•Yan Xun : "Benar. Aku dengar Yuwen Yue memberikanmu nama baru, Xinger. Ha? Mungkinkah untuk dipadankan dengan nama 'Yue'nya? Kau benar-benar suka berdebat. Seamalam Yuwen yue itu tidak...."
YanXun belum melanjutkan kata-katanya, Xinger melempar suatu barang kearahnya. 
•Yan Xun : "Kenapa kau bersikap seperti menelan api? Aaahh.. Aku tahu. Pantas saja kau begitu berapi-api aku yakin bahwa semalam kau tidak bisa mewujudkan impianmu. Si es batu Yuwen Yue mengusirmu keluar dari kamarnya?"
•Xinger : "Omongan sembarangan apa yang kau katakan? Orang yang mulia seharusnya tidak menginjak tanah kotor. Sebaiknya kau menjauh dari tempat ini atau kau akan basah semua" Xinger sengaja melempar air kearah Yan Xun.
•Yan Xun berdiri berjalan menghampiri Xinger : "Aku dengan baik memperingatkanmu. Yuwen Yue sedang dalam masa berduka sekarang. Dia tidak akan menyentuhmu."
•Xinger : "Kau!! Masa berduka apanya? Apa hubungannya denganku?"
•Yan Xun : "Dia harus menghormati periode berduka dan berbakti. Benar? Tetapi aku tidak perlu. Kami pria dari Yan Utara memiliki elang diatas kepala kami, mengendarai kuda, berpikiran luas dan terbuka. Mengapa kau tidak ikut denganku?"
Xinger kesal mendengar kata-kata Yan Xun dan ingin melempar batang kayu kearahnya.
Xinger memperingatkannya agar tidak membuatnya marah. Jika ia membuatnya marah, maka Xinger tidak akan menjadi sopan padanya.
Xinger pergi dan kemudian Yan Xun mengikutinya kembali, tetapi mengatakan padanya untuk membantunya memegang kudanya. Xinger mengira Yan Xun ingin ia memimpin kudanya dan menyuruh Yan Xun naik ke atas kuda. Tetapi Yan Xun berkata hanya ingin jalan-jalan dan membawa tempat cucian yang tadinya dibawa Xinger.
Yan Xun berada di kamar Yuwen Yue dan menyindirnya bahwa tuan dingin tidak tertarik pada wanita. Mendengar itu, Yuwen Yue bertanya siapa yang memberitahu bahwa dia tidak tertarik pada wanita? Seakan Yuwen Yue tahu bahwa Yan Xun telah bertemu dengan Xinger. Yan Xun hanya tersenyum dan berkata "Tapi ini aneh.. Tidak kusangka kucing liar kecil itu bisa memenangkan dua babak berturut-turut"
Yuwen Yue berkata "Apa kau benar-benar mengira bahwa dia hanya beruntung? Dia memang tidak memiliki ilmu bela diri, tetapi reaksinya cepat dan bergerak dengan tangkas. Dia luar biasa dalam pengamatan dan bisa memanfaatkan segala sesuatu disekitarnya. Ingatannya bahkan lebih mengesankan. Dia satu-satunya orang yang bertahan dalam perburuan manusia. Di kota Chang'an dia tidak memiliki latar belakang dan pendukung. Itulah yang paling kubutuhkan"
•Yan Xun : "Benar. Benar. Kau benar. Sangat benar. Jadi kucing liar ini, aku menginginkannya"
•Yuwen Yue : "Jika kau menginginkannya sekarang, sudah terlalu terlambat"
•Yan Xun : "Baiklah, karena kau tidak berencana untuk memberikannya padaku maka aku hanya bisa tinggal disini selamanya"
•Yuwen Yue : "Ada banyak tempat di Istana QingShan, jika kau suka untuk tinggal kau bisa tinggal selama yang kau suka"
•Yan Xun : "Jujur saja, jangan lakukan apapun yang nyata dengan kucing liar kecil."
Yuwen Yue diam sengaja mengambil gulungan bambu dan menyuruh tangan Yan Xun untuk minggir. 
Jin Si memulai membuat masalah dengan Xiao Qi dan Xiao Ba dengan menyiram air kotor ke kain yang telah dicuci oleh Xinger. Xiao Qi dan Xiao Ba kesal. 
Kemudian Jin Zhu datang dan mengatakan bahwa kakak keenam mereka adalah pelacur. Jin Zhu juga ingin membuktikan bahwa Xinger benar-benar pelacur dengan membawa sepanci madu dan menyiramkannya ke seprai yang telah dicuci Xinger. Tidak lama, serangga datang mengerubungi seprai itu dan Jin Zhu beragumen "Aduh, kenapa seranggapun tahu bahwa meskipun kakak kalian memanjat ke tempat tidur tuan, dia tetaplah seorang pelayan sampai tulangnya."
Xiao Qi dan Xiao Ba tidak terima dengan ucapan Jin Zhu. Semua tindakan Jin Zhu adalah hanya ingin memberi mereka pelajaran, Jin Zhu meludahi madu dan memaksa mereka agar memakannya. Namun, tiba-tiba Xinger membidik batu tepat mengenai badan Jin Zhu sehingga madu itu termakan sendiri oleh Jin Zhu.
Hal itu membuat Jin Zhu kesal dan menyuruh para budak untuk menghajar Xinger. Jin Zhu terkejut saat melihat para budaknya kalah melawan Xinger.
Diapun melawan dan bertarung dengan Xinger, keduanya mulai berkelahi yang akhirnya Xinger memenangkan pertarungan itu dengan mendorong Jin Zhu ke seprai yang dipenuhi serangga yang dia lakukan sebelumnya. 
Marah karena dikalahkan, Jin Zhu melempar beberapa jarum kearah Xinger tetapi Yuwen Yue datang menepisnya dan langsung menampar Xinger. Sangat disayangkan, Yuwen Yue justru menghukum Xinger yang tidak bersalah (Yuwen Yue menggunakan hukuman sebagai alasan untuk melatih Xinger).
Melihat hal itu, Jin Si berkata "Semuanya lihat bukan, siapa yang tuan hukum dan siapa yang tuan lindungi. Jangan mengira bahwa Xinger sekarang disukai karena sudah mendaki ke ranjang tuan. Dalam Rumah Qingshan, kakak Jin Zhu tetaplah yang nomor satu dan orang yang paling disukai"
Jin Zhu tersenyum bangga dan sombong. Namun burung CangWu terbang mengelilingi kepala Jin Zhu dan berteriak "Orang jahat, orang jahat, orang jahat"
Di kamar Yuwen Yue

•Yuwen Yue memperingati Xinger "Kau tidak tahu batasanmu dan juga membuat masalah"
Xinger : "Aku tahu bahwa aku tidak tahu batasanku. Tetapi aku juga tidak mau menderita karena ditindas"
•Yuwen Yue : "Kau mempermalukan dirimu sendiri. Apakah kau masih belum puas?"
•Xinger : "Tuan, aku tahu bahwa aku salah. Sebenarnya aku hanya ingin menegakkan keadilan untuk diriku sendiri. Tetapi aku tidak tega melihat orang yang memutar balikkan kebenaran dan kebohongan. Dan menindas yang lemah"
•Yuwen Yue : "Ini adalah waktu dimana yang kuat memerintah dunia. Sekarang yang lemah, atas dasar apa kau menegakkan keadilan untuk oranglain?"
•Xinger : "Tuan, siapa yang memutar balikkan kenyataan atau kebohongan dan menindas yang lemah, apakah mereka harus menjadi yang kuat? Aku tidak mengerti. Mohon jelaskan."
•Yuwen Yue : "Kau suka untuk pamer dan menang bukan? Baiklah. Aku akan memuaskan keinginanmu hari ini"
Yuwen Yue membawa Xinger ke suatu tempat. Mereka masuk ke dalam gua yang ternyata sudah ada Yue Qi dalam gua itu. Xinger dihukum melempar batu untuk menghindari anak panah tumpul. Dia dihukum selama 6 jam. Demi balas dendam, Xinger tidak peduli seberapa sakit dan sulitnya, dia harus tetap bertahan.
Bersambung..

Terimakasih yang sudah membaca tulisan ini. Untuk sinopsis selanjutnya akan ditulis kalau admin tidak malas ya πŸ˜πŸ˜…. 

Tolong subscribe Youtube agar lebih senangat lagi nulisnya. 


Komentar